Kamis, 27 Februari 2014

Filsafat

Yuuhuuuuuu,, comeback....
what's the new???

Semester kali ini ada pelajaran filsafat,,, dengerin sih pernah beberapa kali -angin lewat- hahaha.. 
sebelum kelasnya mulai lebih baik nyari tahu dulu dikit...

waktu lagi searching nemuin beberapa definisi dari filsafat nih.
kita akan bahas apa itu filsafat.
ada yang udah kenal sama filsafat?? beruntung deh kalau gitu.... :D

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”.
Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".

Nih definisinya dari beberapa ahli:
 
 Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.
Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts)“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
Johann Gotlich Fickte (1762-1814 ) : filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
Paul Nartorp (1854 – 1924 ) : filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya .
Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.
  1. Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
  2. Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
  3. Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
  4.  Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi ) 
Notonegoro : Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yang tetap tidak berubah , yang disebut hakekat.
Driyakarya : filsafat sebagai perenungan yang sedalam-dalamnya tentang sebab-sebabnya ada dan berbuat, perenungan tentang kenyataan yang sedalam-dalamnya sampai “mengapa yang penghabisan “.
Sidi Gazalba : Berfilsafat ialah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran , tentang segala sesuatu yang di masalahkan, dengan berfikir radikal, sistematik dan universal.
Harold H. Titus (1979 ) : (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.
Hasbullah Bakry : Ilmu Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.
Prof. Mr.Mumahamd Yamin : Filsafat ialah pemusatan pikiran , sehingga manusia menemui kepribadiannya seraya didalam kepribadiannya itu dialamiya kesungguhan.
Prof.Dr.Ismaun, M.Pd. : Filsafat ialah usaha pemikiran dan renungan manusia dengan akal dan qalbunya secara sungguh-sungguh , yakni secara kritis sistematis, fundamentalis, universal, integral dan radikal untuk mencapai dan menemukan kebenaran yang hakiki (pengetahuan, dan kearifan atau kebenaran yang sejati.
Bertrand Russel : Filsafat adalah sesuatu yang berada di tengah-tengah antara teologi dan sains. Sebagaimana teologi , filsafat berisikan pemikiran-pemikiran mengenai masalah-masalah yang pengetahuan definitif tentangnya, sampai sebegitu jauh, tidak bisa dipastikan;namun, seperti sains, filsafat lebih menarik perhatian akal manusia daripada otoritas tradisi maupun otoritas wahyu.
 
Katanya,,,
Untuk belajar filsafat diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
 
logika  merupakan sebuah ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. Hal itu membuat filasafat menjadi sebuah ilmu yang pada sisi-sisi tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan. Filsafat juga bisa berarti perjalanan menuju sesuatu yang paling dalam, sesuatu yang biasanya tidak tersentuh oleh disiplin ilmu lain dengan sikap skeptis yang mempertanyakan segala hal.
 
oke,, klasifikasi filsafat itu terbagi menjadi 2 yaitu berdasarkan wilyah dan latar belakang agama. contohnya niih....
 
Filsafat Islam merupakan filsafat yang seluruh cendekianya adalah muslim. Ada sejumlah perbedaan besar antara filsafat Islam dengan filsafat lain. Pertama, meski semula filsuf-filsuf muslim klasik menggali kembali karya filsafat Yunani terutama Aristoteles dan Plotinus, namun kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam.
Kedua, Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih 'mencari Tuhan', dalam filsafat Islam justru Tuhan 'sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana kita ketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.

okay,, itu dulu buat hari ini...
semoga bermanfaat -buat diri sendiri terutama-
 
 

sumber : 
http://www.za-e.com/2012/01/14-pengertian-filsafat-menurut-14-tokoh.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
 

Kamis, 30 Januari 2014

The way you look at me by: Christian Bautista

The way you look at me

No one ever saw me like you do..
All the things, that I could add up to
I never knew, just what a smile, was worth
But your eyes, say everything... without a single word

Coz there’s something in the way you look at me
It’s as if my heart knows you’re the missing piece
You make me believe that there’s nothing in this world I can’t be
I’d never know what you see
But there’s something in the way you look at me

If I could freeze the moment in my mind
Be the second that you touch your lips to mine
I’d like to stop the clock make time stand still
Coz baby this is just the way I always wanna feel

Coz there’s something in the way you look at me
It’s as if my heart knows you’re the missing piece
You make me believe that there’s nothing in this world I can’t be
I’d never know what you see
But there’s something in the way you look at me

I don’t know how or why
I feel different in your eyes
All I know is that it happens everytime

Coz there’s something in the way you look at me
It’s as if my heart knows you’re the missing piece
You make me believe that there’s nothing in this world I can’t be
I’d never know what you see
But there’s something in the way you look at me

The way you look at me

Sabtu, 25 Januari 2014

zombies on your lawn by: Laura Shigihara

This is it,,,,, yeeee

song lyric in Plans Vs Zombies Game
so funny and will blow your mind

don't say you are gamer if you don't know about that game :p hahaha
zombiiii galau


There's a zombie on ur lawn..... 3x
we don't want zombies on the lawn
I know your type: tall, dark, and dead
u want to bite all the petals off of my head
and then eat the brains of
the one who planted me here

I'm just a sunflower but see
me power and entire infantry
you like the taste of brains
we don't like zombies

zombies: 
I used to play football
Road cones protect my head
I have a screen-door shield
WE ARE THE UNDEAD

there's a zombie on ur lawn..... 3x
we don't want zombies on the lawn
maybe it's time to reevaluate
I know u have a lot of food on ur plate
brains are quite rich in cholesterol
you are dead so it doesn't matter
instead we'll use this solar power
to make a lawn defense at any hour

zombies:
I like ur tricycle
there's butter on my head
I'm gonna eat ur brains
WE ARE THE UNDEAD

there's a zombie on ur lawn..... 3x
we don't want zombies on the lawn



Kamis, 23 Januari 2014

difference version of cinderella

A Story of Cinderella......
this is the last program in speaking one,,,
so,, it must be awesome
but,,, who know...
yap, it doesn't like what we hoped before...

we do all the best to make it perfectly....
and hope that you all can see the best performance from our group,,,,
and this story actually had change,, because we have to make it different from the other groups
we can say that it's another story of cinderella.

Important to know, all of the players are woman....

Happy Watching guys

Scene 1
Scene 2

Scene 3

 Scene 4

Scene 5


The End




that all from us...
 

Kamis, 16 Januari 2014

aliran-aliran ushul fiqh



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Aliran-aliran Ushul Fiqh
Dalam sejarah perkembangan ushul fiqh dikenal ada tiga aliran yang berbeda. Masing-masing aliran ini memiliki cara pandang berbeda dalam menyusun ushul fiqh. Ketiga aliran itu adalah aliran Syafi’iyyah, Hanafiah, dan aliran Muta’akhirin.

1.    Aliran Syafi’iyyah
               Disebut aliran Syafi’iyyah karena Imam syafi’I adalah tokoh pertama yang mengembangkan teori yang terdapat dalam ushul fiqh.
     Aliran ini juga disebut aliran mutakalimin karena  dalam metode pembahasannya, aliran ini didasarkan pada nazari, falsafah dan mantiq serta tidak terikat pada mazhab tertentu. Mereka yang banyak menggunakan metode ini adalah ulama mutakalimin (ahli kalam).
               Aliran ini membangun ushul fiqh seara teoritis murni tanpa dipengaruhi oleh cabanng kegamaan. Teoritis tanpa disertai contoh, murni tanpa mengacu pada madzhab fiqih tertentu yang sudah ada. Ushul fiqh juga disajikan secara rasional juga filsofis.
               Dalam menetapkan kaidah, aliran ini menggunakan alasan yang kuat baik dalil aqli maupun naqli. Penyusunan kaidah ini tidak terikat pada penyesuaian furu’. Adakalanya kaidah-kaidah yang disusun dalam ushul fiqh menguatkan furu’ mereka dan adakalannya melemahkan furu’ mazhab mereka.
     Kaidah ushul fiqh yang dirumuskan pada aliran ini tidak ada masalah mestipun tidak mendukung mazhab mereka, bahkan mereka merumuskan kaidah tersebut bertujuan untuk dijadikan pertimbangan bagi mazhab fiqih yang sudah ada.
     Metode pada aliran ini juga disebut metode deduktif karena menetapkan teori-teori umum atas dasar logika tanpa memperhatikan apakah berkaitan dengan furu’ atau tidak.
               Diantara ulama-ulama yang termasuk aliran  ini ialah ulama syafi’iyyah, malikiyah dan mu’takzilah.
     Sebelas murid-murid langsung dari Imam Syafi'i adalah Imam Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi, Al-Buwaiti, Al-Muzani, Harmalah At-Tujibi, Az-Za’farani, Al-Karabisi, At-Tujibi, Muhammad bin Syafi’i, Ishaq bin Rahuyah dan Al-Humaidi Wafat di Makkah pada tahun 219H.
               Mazhab syafi’I merupakan mazhab yang penganutnya terbanyak kedua setelah mazhab hanafi. Yaitu sebanyak 28% diantaranya terdpat di Mesir, Arab Saudi bagian barat, Suria, Malaisia, Indonesia, Brunei, Malabar, Pantai Keromandel, Bahrain dan Hadramaut.

2.    Aliran hanafi’yah
               Aliran ini dikembangkan oleh Imam Hanafi atau Abu Hanifah bin Nu’man al tsabit al-Taimi al-Kufi. Dalam penyusunan aliran ini banyak mempertimbangkan masalah furu’ yang terdapat dalam mazhab mereka.
               Tegasnya mereka menyusun ushul fiqh sengaja untuk memperkuat mazhab yang mereka anut. Tidak ditemukan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Imam Abu Hanifah menulis sebuah buku fiqh. Akan tetapi pendapatnya masih bisa dilacak secara utuh, sebab muridnya berupaya untuk menyebarluaskan prinsipnya, baik secara lisan maupun tulisan. Berbagai pendapat Abu Hanifah telah dibukukan oleh muridnya. Dalam ciri khas aliran Hanafiyah, kaidah yang disusun dalam ushul fiqh mereka semuanya dapat ditetapkan.
               Mazhab Hanafi dikenal banyak menggunakan ra’yu, qiyas, dan istihsan. Dalam memperoleh suatu hukum yang tidak ada dalam nash, kadang-kadang ulama mazhab ini meninggalkan qaidah qiyas dan menggunakan qaidah istihsan. Alasannya, qaidah umum (qiyas) tidak bisa diterapkan dalam menghadapi kasus tertentu. Mereka dapat mendahulukan qiyas apabila suatu hadits mereka nilai sebagai hadits ahad.
               Aliran ini tidak membangun teori kecuali jika telah melakukan analisis terhadap masalah-masalah furu’ yang ada didalam mazhab mereka. Dalam menetapkan teor tersebut apabila terdapat pertentangan antara kaidah yang ada dengan hukum furu’ maka kaidah tersebut diubah dan disesuaikan dengan hukum furu’ tersebut.
               Aliran ini menggunakan metode induktif yaitu menciptakan teori-teori umum berdasarkan hukum furu’.
     Mazhab ini merupakan mazhab terbanyak dengan penganutnya 32% antaranya terdapat di Suni Mesir, Asia Selatan, Turki, Pakistan, Afrika Barat, Anak Benua Hindia, Banglades, irak, syiria, sebagian Palestina dan Tiongkok.

3.    Aliran Muta’akhirin
               Aliran ini merupakan aliran yang menggabungkan kedua sistem yang dipakai dalam menyusun ushul fiqh oleh aliran Syafi’iyyah dan aliran Hanafiyah. Ulama-ulama Muta’akhir melakukan tahqiq terhadap kaidah-kaidah ushuliyah yang dirumuskan kedua aliran tersebut. Lalu mereka meletakkan dalil-dalil dan argumentasi untuk pendukungnya serta menerapkan furu’ fiqhiyyah. Aliran ini disebut juga dengan Thariqah Al-Jam’ karena mereka menggabungan antara dua metodologi penulisan aliran mutakallim dan fuqaha
               Menurut Abu Zahrah, antara aliran kalam dan hanafiah terdapat perbedaan prinsip, yaitu terletak pada posisi kaidah-kaidah ushul uulama mazhabnya.
     Syafi’iyyah
ü Kaidah pada aliran ini dapat dikembangkan pada furu’ yang dihadapi
Hanafiyah
ü Kaidah-kaidah pada airan ini digunakan sebagai rujukan dalam perumusan kaidah-kaidah baru
Ciri utama aliran ini terkadang bersifat rasional dan juga terkadang tradisional. Dalam konteks tertentu mereka cenderung tradisional, tapi untuk kepentingan yang lainnya mengikuti kecenderungan aliran rasionallisme Hanafiyah.
Ulama yang mempunyai ide ini adalah Mudhanafaruddin Ahmad bin ‘Aliy as Sya’atiy al-baghdady (kitabnya berjudul  Badi’un Nidham).

B.  Perbedaan aliran Mutakalimin/syafi’iyyah dengan Hanafiyah

1.    Formulasi kaidah
Aliran Mutakalimin berpegang pada ushlub bahasa, dalil-dalil syara’ dan dalil akal. Sedangkan pada aliran Fuquha, usul fiqh mereka diangkat dari fatwa-fatwa ulama dengan mengaitkan antara maslah-masalah furu’ dengan kaidah-kaidah ushulnya.

2.    Metodologi
Aliran Mutakalimin menggunakan metode teoritis deduktif, sedangkan pada aliran fuquha menggunakan metode aliran praktis  (amal) dari hukum furu’.

3.    Aspek Pemikiran
Aliran mutakalimin memulai pembahasan yang bersifat  kebahasaan lalu dihubungkan dengan ilmu manthiq lalu dihubungkan dengan ilmu syara’ ( Al-Ghazali). Sedangkan aliran fuquha memulai aspek pemikiran dengan mengungkapkan dalil-dalil syara’, mengeluarkan hukum dari dalilnya. Dilanjutkan dengan pembahasan ijtijad dan terakhir tentang kedudukan mujtahid dan ijtihad manusia.

C.     Karya-karya Ushul Fiqh
Terdapat beberapa karya atau kitab ushul fiqh berasal dari setiap aliran. Dan dengan tujuan penulisan yang berbeda dari setiap aliran.

1.    Karya-karya aliran Syafi’iyyah
Tujuan penulisan kitab pada aliran ini adalah agar menjadi acuan standar dalam istinbath, bukan untuk membela fiqih imamnya.
ü Al-Risalah, disusun oleh Muhammad bin Idris Al-Syafi’i.
ü Al-Bushan fi ushul al-fiqh, disusun oleh Abu al-Ma’ali dan Al-Malik ibn Abdillah al-Juwain.
ü Al-Muntashfa min Ilm Al-Ushul, disusun oleh Abu Hamid Al-Ghazali.
ü Al-Mugfhni fi Abwab al-Tauhid wa al-‘adi, disusun oleh al-Qadghi Abdul Jabbar yaitu seorang mu’tazilah
ü Al-mu’tamad fi ushul al-fidh, disusun oleh Abu Al-Husein Al-Bashri
ü Al-Mahsul fi ‘ium al-ushul, disusun oleh Fakhri al-Dren al-Razali.
ü Al- Ihkam fi Ushul al-ahkam, disusun oleh Saif al-Dien al-Amidi
ü Minhaj al-Washul fi ‘ilm al-ushul, disusun oleh al-Qadi al-Baidawi
ü Al-‘uddah fi ushul al-fiqh, disusun oleh Abu ya’la al-farra’ al-Hanbali yaitu seorang ahli ushul fiqh dari kalangan hanbaliyah.
ü Raudah al-nazir wa jannah  al-munazir, disusun oleh Muwaffaq al-dien Qudamah al-Maqdisi
ü Al-musawwadah fi ushul al-fiqh, disusun oleh 3 ulama besar penganut hambali yaitu Syeh al-Islam Majd al-dien Abu Al-Barakat al-Harrani kemudian diteruskan oleh putranya Syihab al-Dien Abu Abdul-Halim dengan penambahan, dan diteruskan oleh cucunya Taqid al-Dien Ibnu Talmiyah.
ü Al-‘lam al-nuwwaqqi’in rabb al-alamin, disusun oleh Imam Syams al-Dien Abu Bakar yang terkenal dengan Ibnu Qayyim al-Jawziyah.

2.    Karya-karya aliran hanafiyah
ü Taqwim al-adillah, disusun oleh Abu Zaid Al-Dabbusi
ü Ushul al-Syarakhsi, disusun oleh  Imam Muhammad Ibnu Ahmad syams al-Aimmah al-syarakhsi. Merupakan buku rujukan utama mazhab hanafi
ü Kanz al-wushul ila ma’rifat al-ushul, disusun oleh fakhr al-islam al-bazdawi. Buku ini lebih dikenal dengan nama usul al-Bazdawi
ü Manar al-anwar, disusun oleh Abu Al-Bakarat Abdullah Ibn Ahmad Ibnu Muhammad al-Nasafi

3.    Karya-karya aliran Muta’akhirin
ü Al-jam’u al-juwami, disusun ooleh taju al-Din abd wahab bin Ali al-subki a-Syafi’il
ü At-tahrir, disusun oleh kamal bin hamam kamal Al-Din Muhammad Bin abd Wahid al-Hanafi
ü Irsyad al-fuhul ila tahqiq al-haq min ilmi al-ushul, disusun oleh Muhammad bin Ali bin Muhammad al-syaukani
ü Ushul al-fiqh, disusun oleh Muhammad abu zahrah